Oleh: Ely Yulianti, M.Pd.
Kepala UPTD SPF SDN Koncer 2 Bondowoso
Setiap awal semester sesungguhnya adalah peristiwa peradaban. Ia bukan hanya tentang siswa yang kembali mengenakan seragam, bukan pula sekadar pergantian jadwal pelajaran. Awal semester adalah saat sekolah memulai kembali perannya sebagai ruang pembentuk manusia, dengan segala harapan, tanggung jawab, dan nilai yang melekat di dalamnya.
Di pagi-pagi awal masuk sekolah, halaman sekolah tidak hanya dipenuhi suara tawa dan langkah kecil anak-anak, tetapi juga harapan yang diam-diam dititipkan orang tua, masyarakat, bahkan bangsa ini. Di sanalah sekolah diuji: apakah ia mampu menjadi tempat yang memerdekakan pikiran, menumbuhkan karakter, dan memanusiakan setiap anak yang hadir dengan latar belakang yang beragam.
Bagi peserta didik, awal semester adalah fase psikologis yang menentukan. Anak-anak datang membawa cerita rumah, pengalaman liburan, kegembiraan, bahkan kecemasan yang tak selalu terucap. Sekolah yang baik tidak menyambut mereka dengan daftar aturan semata, tetapi dengan rasa aman. Karena sebelum anak siap belajar, ia harus merasa diterima. Pendidikan yang melupakan dimensi kemanusiaan sejak hari pertama, sejatinya telah kehilangan maknanya.
Bagi guru, awal semester adalah momen etis. Ia adalah pengingat bahwa profesi pendidik bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan tanggung jawab moral. Mengajar tidak cukup dengan kompetensi akademik; ia menuntut kepekaan, kesabaran, dan kemauan untuk terus bertumbuh. Guru yang masuk kelas dengan semangat baru sesungguhnya sedang menanamkan optimisme jangka panjang pada diri peserta didik, bahwa belajar adalah proses yang menyenangkan dan bermakna.
Bagi seorang pemimpin di sekolah, peran kepala sekolah pada awal semester menjadi penentu arah. Kepemimpinan pendidikan bukan soal instruksi, melainkan inspirasi. Kepala sekolah adalah penjaga nilai, penguat budaya positif, dan penyelaras visi bersama. Ketika kepemimpinan dijalankan dengan keteladanan, sekolah akan bergerak bukan karena perintah, tetapi karena kesadaran kolektif.
Pendidikan dasar memikul tanggung jawab paling fundamental: membangun fondasi manusia. Di sinilah nilai kejujuran, kerja keras, empati, dan tanggung jawab pertama kali ditanamkan secara sistematis. Apa yang ditanam pada semester-semester awal akan menentukan kualitas generasi di masa depan. Karena itu, setiap awal semester sesungguhnya adalah investasi jangka panjang bagi bangsa.
Akhirnya, awal semester adalah tentang etika harapan. Harapan bahwa sekolah tetap menjadi ruang yang adil bagi semua anak. Harapan bahwa pendidikan tidak terjebak pada angka dan peringkat semata. Harapan bahwa setiap anak diberi kesempatan untuk tumbuh sesuai kodrat dan potensinya.
Mari kita sambut awal semester ini bukan dengan euforia sesaat, tetapi dengan kesungguhan yang berkelanjutan. Sebab di ruang kelas sederhana hari ini, sedang dimulai kembali pekerjaan besar: merawat kemanusiaan dan menyiapkan masa depan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar